Graha Tristar

Graha Tristar

Halaman

Selasa, 24 November 2015

Perayaan Natal Makin Seru Dengan Indahnya “Ginger Bread House”

Tak sebatas pohon natal beserta hiasan lampu kerlap-kerlip serta ornamennya yang membuat bergairah dalam menyambut perayaan Natal. Kehadiran “Ginger Bread House” dalam sebuah ruangan untuk menyambut Natal, tentunya akan menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran jika keindahan replika  “Ginger Bread House”  yang menjulang tinggi bisa menjadi centerpiece untuk disuguhkan ke ruang publik. Seperti, kampus ‘Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya’ tak kalah unjuk aksi memeriahkan semarak perayaan Natal tahun ini, dengan memajang Ginger Bread House di lobby kampus.

Mungkin sudah banyak yang tahu, Gingerbread atau kue jahe merupakan salah satu "santapan wajib" di setiap perayaan Natal. Kue ini yang dinanti-nanti saat Natal, karena kelezatan citarasanya serta manfaat yang dihasilkan dari kue tersebut. Selain rasa dan manfaat dari gingerbread, bentuk dari gingerbread sendiri sudah cukup berubah dari yang awalnya berbentuk boneka salju, pohon Natal, atau Sinterklas menjadi berbagai bentuk yang cukup unik. Kini kue jahe dibuat dengan bentuk menyerupai manusia atau bahkan menyerupai rumah.

Umumnya, rumah-rumah kue jahe tersebut memiliki bentuk yang sama. Tampak di kampus Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya mengusung rumah mini berbahan dasar kue jahe dengan gaya arsitektur rumah umum berasal dari era Victoria. Gaya rumah tersebut cukup populer, dengan karakter khusus tampak pada atap yang menjulang tinggi disertai cerobong asap perapian, teras depan dengan taman yang tampak luas, serta detil menyerupai kue-kue dan pohon natal. 



Lantas, susahkah membuat replika rumah kue jahe ini ?
Rumit dan membutuhkan kreatifitas itu pasti. Itulah gambaran dari para dosen Pastry dan team serta mahasiswa Akpar Majapahit dalam pembuatan replika ‘Gingerbread House’. Mulai membuat konsep desain hingga menyiapkan topper kue dan hiasan khas Natal yang cukup unik. Tak hanya itu, detail hiasan pada rumah kue jahe tema ini begitu penting, karena untuk membentuk sebuah keindahan rumah mini makin berkesan.
Rumah kue jahe ini hanyalah sebuah replika, jadi kue-kue yang menempel pada dinding dan atap rumah tidak bisa dimakan. Walaupun bahan yang digunakan terdiri dari tepung terigu, gula, telur, baking soda, jahe bubuk dan air. Namun, dengan ditambahnya bahan amoniak yang menjadikan kue ini teksturnya keras dan bisa berdaya simpan lama saat dipajang diruang publik.


 Chef Lily, salah satu dosen pasrty mengungkapkan pembuatan sebuah rumah jahe dengan hiasan semburan salju serta lengkap ornamennya ini dibuat selama kurang lebih lima hari. Rumah mini berukuran 1,4 x 80 x 1,5 m ini dibuat dari 41 kg tepung terigu.
Bagi Chef Lily dan team, membuat gingerbread house ini memberikan kesan tersendiri. Walaupun dirasa banyak sukanya bisa akrab bekerjasama dengan team dan mahasiswa sehingga bisa menghasilkan karya indah sebuah rumah mini, tentu kesulitan dalam merangkai kue harus dilaluinya. ‘Wah, pengerjaan rumah kue jahe ini yang susah sih pada saat menempel setiap kue pada dinding dan atap, kalau tidah hati-hati kue-kuenya bisa tidak lengket dan hasilnya bisa kurang sempurna’ ungkapnya.
Salah satu detil yang memberikan kesan "rumah kue jahe" adalah bagian dalam rumah ternyata ada isinya seperti pohon natal lengkap dengan sofa seperti interior rumah dan ada tempat perapian. Anda juga dapat memadupadankan beberapa detil khas "rumah kue jahe" ini di rumah Anda sendiri. Nah, tertarik mencoba untuk merayakan Natal di rumah Anda? *Upi

















 

  





Info lebih lanjut hubungi atau datang di:
Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya
Jl. Raya Jemursari 244 - Surabaya
PH: 031-8433224-5, 8480821-2
081 233 75 2227, 081 2345 06 326














Tidak ada komentar:

Posting Komentar