Graha Tristar

Graha Tristar

Halaman

Senin, 23 November 2015

Profil

“Mama dan papa mengajarkan kepada kami 
agar tidak putus asa. 
Bekerja keras dan terus belajar,”
Dibalik Kisah Sang ’Profesor’



Juwono Saroso, putra kedua dari pa­sangan Pramono Judarto (77) dan Sriwulan Edi­jati (76) yang lahir pada 29 November 1966 di Tulungagung.  Masa kecil bersama pa­pa, mama, kakak dan juga adiknya sempat dijalani di Tulungagung.  Sempat mengalami krisis bisnis, membuat orang tua Juwono me­mutuskan untuk pindah ke Surabaya dengan harapan memperoleh penghidupan yang lebih layak. Di Surabaya Juwono dan orang tuanya beserta kedua saudaranya memulai kehidupan dari nol. Melihat usaha kedua orang tuanya yang gigih untuk menghidupi keluarganya, semangat Juwono untuk hidup lebih baik semakin besar.
Masa kecilnya bukanlah masa me­nye­nangkan yang penuh warna, namun de­mikian Juwono tidak menganggap hal itu se­bagai penderitaan tetapi justru pengalaman berharga dan semangat untuk meraih cita-citanya.


Bakat Entrepreneur nya mulai terlihat sejak kecil. Diawali dengan membantu sang Ibu berjualan kue Kuping Tikus, saat masih duduk di bangku SD. Saat menginjak SMP, Juwono sudah menjadi  guru les privat organ dan piano. Dia benar-benar mandiri sejak usia sekolah. “Mama dan papa mengajarkan kepada kami agar tidak putus asa. Bekerja keras dan terus belajar,” tegasnya.

Pada tahun 1985, ia berhasil me­nye­lesaikan pendidikan di SMAK Saint Louis de­ngan prestasi yang luar biasa. Karena hal inilah kakak dari Juwono Martono dipanggil teman-temannya dengan sebutan ‘Profesor’. Berkat ijazah dari ITS, ia diterima bekerja di berbagai perusahaan.

Pada 1997-1998 ia menjadi salah satu pemegang saham di PT Tricipta Agung Sejah­tera namun hanya bertahan setahun.

Pada tahun 1998 ia menikah dengan Evi Mu­liasari Dewi yang beberapa tahun lalu menggantikan posisinya di salah satu perusahaan tempat ia bekerja. Saat itu, sebelum resign Juwono harus men-training Evi dan dari situlah mereka saling mengenal.

Setelah menikah, mereka mendirikan usaha baru yang diberi nama CV Tristars Chemicals. Selanjutnya usa­ha tersebut berkembang menjadi sebuah tempat kursus, namun setiap pesertanya harus membeli bahan bakunya di CV Tristar Chemical secara retail.

Ternyata kursusnya ini ramai diminati masyarakat, sehingga varian kursusnya juga bertambah, yakni mem­buat sirup, permen, snack dan juga beberapa minuman kemasan hingga bumbu kentang goreng, jelly cup dan nata de coco. Karena kondisi ini, membuatnya  mencari pengajar yang ahli dibidangnya. Dari situlah Juwono yang saat ini sedang menempuh Magister Management di STIE Mahardhika mendirikan sebuah yayasan dengan bersama sang istri yang bernama sekolah AKPAR Majapahit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar